PAUD Go Digital! Merancang Bahan Ajar Interaktif Lewat Coding

Perkembangan teknologi digital di abad ke-21 membawa perubahan besar pada dunia pendidikan, termasuk pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Anak-anak yang tumbuh di era digital kini akrab dengan perangkat interaktif, aplikasi edukatif, dan media teknologi sejak usia dini. Kondisi ini menuntut para pendidik untuk beradaptasi, menghadirkan pembelajaran yang kreatif sekaligus relevan dengan kebutuhan zaman.
Salah satu terobosan penting yang mulai diterapkan adalah pengenalan computational thinking melalui kegiatan berbasis coding. Coding untuk anak usia dini bukan berarti mengajarkan bahasa pemrograman yang rumit, melainkan mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif. Melalui aktivitas sederhana seperti permainan, cerita bergambar, maupun aplikasi edukatif, anak-anak bisa belajar mengenali pola, memecahkan masalah, serta melatih keterampilan berpikir kritis.
Sayangnya, masih banyak pendidik PAUD yang belum memiliki pengetahuan maupun keterampilan dalam merancang bahan ajar interaktif berbasis coding. Dari kebutuhan inilah kemudian lahir gagasan untuk menyelenggarakan Workshop EduTech PAUD: Merancang Bahan Ajar Interaktif Berbasis Coding dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Bagi Pendidik. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan sekaligus pengalaman praktik langsung bagi pendidik, guru, maupun mahasiswa calon guru agar mampu menciptakan media pembelajaran digital yang kreatif, edukatif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. K.A. Rahman, M.Pd.I. FKIP Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi, yang hadir mewakili Dekan. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat sambutan dari Ibu Asih Nur Ismiatun, M.Pd. selaku Ketua Pelaksana, Uswatul Hasni, M.Pd. selaku Kaprodi PGPAUD UNJA, serta Dr. Muhammad Sofwan, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua PAUDDAS. Acara turut dihadiri oleh dosen-dosen PGPAUD UNJA, guru-guru PAUD, serta mahasiswa PGPAUD yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme.

Dalam pelaksanaannya, pihak universitas menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ibu Ulfa Khaira, S.Komp., M.Kom. dan Bapak Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc. Narasumber pertama, Ibu Ulfa Khaira, S.Komp., M.Kom., lebih menekankan pada pembelajaran coding berbasis plugged. Ia memaparkan konsep computational thinking dan memperkenalkan penggunaan aplikasi Scratch Jr sebagai media pembelajaran interaktif. Dalam sesi praktik, ibu Ulfa bahkan mendemonstrasikan cara membuat animasi sederhana dengan menggunakan aplikasi Scratchjr. Melalui contoh tersebut, para peserta diajak melihat bagaimana aplikasi coding sederhana bisa digunakan untuk melatih anak memahami alur berpikir logis, mengenali urutan perintah, serta mengembangkan daya imajinasi mereka.

Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc yang hadir melalui Zoom, lebih menitikberatkan pada pembelajaran unplugged atau pembelajaran tanpa perangkat digital. Hardika menjelaskan bagaimana kegiatan sehari-hari maupun permainan tradisional bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan keterampilan berpikir komputasi. Ia menekankan bahwa berpikir komputasi atau computational thinking bukan semata-mata tentang menggunakan komputer, melainkan tentang melatih anak untuk berpikir terstruktur. Penjelasan Hardika mencakup empat pilar utama, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Dengan gaya yang komunikatif, ia memberi contoh sederhana bagaimana anak dapat diajak membagi permasalahan besar menjadi bagian kecil, mengenali pola berulang, menyederhanakan informasi, hingga menyusun langkah-langkah logis untuk menyelesaikan sebuah tugas.

Kehadiran kedua narasumber ini melengkapi pemahaman peserta tentang pembelajaran coding. Ibu Ulfa dengan pendekatan plugged memberi pengalaman langsung bagaimana teknologi bisa digunakan sebagai media belajar anak, sementara Bapak Hardika melalui unplugged menunjukkan bahwa berpikir komputasi bisa diajarkan bahkan tanpa perangkat digital. Sinergi keduanya membuat peserta semakin memahami pentingnya pengembangan kemampuan berpikir logis dan kreatif sejak usia dini, baik melalui teknologi maupun kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para pendidik PAUD, guru, maupun mahasiswa calon guru dapat lebih siap menghadirkan pembelajaran inovatif. Tidak hanya sekadar mengikuti tren digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna untuk menumbuhkan keterampilan berpikir anak di era modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *