Mahasiswi PG-PAUD Universitas Jambi, Anim Faddilah Sakobou, Raih Kesempatan Magang ke Filipina

Universitas Jambi kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Salah satu mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Anim Faddilah Sakobou, angkatan 2023, berhasil lulus program SEA Teacher Project Batch 11 dan akan menjalani magang internasional di Filipina.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa keberanian untuk mencoba bisa membuka jalan menuju kesempatan besar, bahkan ketika awalnya tidak direncanakan.


Awal Mula yang Tak Terduga

Menariknya, Anim mengaku bahwa keikutsertaannya dalam program internasional ini berawal dari rasa penasaran semata.

“Motivasi terbesar saya itu nggak bisa dijelasin secara spesifik, karena awalnya saya hanya coba-coba ikut program ini. Tapi alhamdulillah, saya lolos,” ungkap Anim dengan rendah hati.

Informasi mengenai SEA Teacher Project ia peroleh dari grup mahasiswa yang dibagikan oleh Ketua Prodi PG-PAUD. Kemudian, Ibu Sri Indriani Harianja memberikan arahan kepada mahasiswa angkatan 2023 agar turut mendaftar. Setiap kelas diberi kesempatan mengirimkan satu perwakilan, dan dari angkatannya, hanya Anim yang berhasil lolos seleksi.


Proses Seleksi 

SEA Teacher Project merupakan program internasional di bawah naungan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa pendidikan di Asia Tenggara untuk mengikuti praktik mengajar (teaching internship) di negara lain.

Anim menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dari pengumpulan berkas, termasuk surat rekomendasi prodi, motivation letter, dan surat pernyataan kesediaan. Setelah itu, peserta menjalani sesi wawancara berkelompok untuk menilai kesiapan dan kemampuan berkomunikasi.

“Untuk pengumuman resmi memang tidak ada, tapi kami yang lulus dimasukkan ke dalam grup khusus peserta yang terpilih,” cerita Anim.


Menghadapi Tantangan Bahasa dengan Keberanian

Salah satu tantangan terbesar bagi Anim adalah kemampuan bahasa Inggris.

“Saya tidak terlalu fasih, tapi saya mengerti apa yang mereka katakan. Hanya saja sulit untuk mengungkapkannya kembali,” ujarnya jujur.

Namun, kesulitan itu tidak membuatnya mundur. Ia menemukan cara untuk mengatasinya dengan berbicara perlahan dan tidak ragu meminta lawan bicara untuk mengulang pertanyaan jika kurang paham. Dengan strategi sederhana ini, Anim berhasil menunjukkan kemampuan komunikasinya dengan percaya diri.


Persiapan Menuju Filipina

Setelah dinyatakan lolos, Anim mulai menyiapkan diri secara matang. Ia memperkuat kemampuan bahasa Inggris, mengurus berbagai dokumen administrasi seperti paspor dan izin orang tua, serta mencari informasi dari para senior yang telah lebih dulu mengikuti program SEA Teacher.

“Saya bertanya kepada beberapa senior yang sudah berpengalaman agar saya tahu apa yang harus saya lakukan dan kerjakan di sana,” ungkapnya.

Kesiapan mental dan fisik juga menjadi hal penting bagi Anim agar mampu beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalankan program dengan maksimal.


Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa Lain

Bagi Anim, pengalaman ini bukan sekadar tentang pergi ke luar negeri, tetapi tentang keberanian untuk mengambil langkah pertama tanpa ragu.

“Berani mencoba dan berani bertanggung jawab. Kita tidak tahu ke depannya akan jadi apa. Di usia muda, habiskan waktu untuk berprestasi, lakukan hal-hal yang kita sukai. Waktu tidak bisa diulang, kesempatan tidak datang dua kali, jadi cobalah dan berusahalah,” tuturnya penuh semangat.


Penutup

Keberhasilan Anim Faddilah Sakobou dalam program SEA Teacher Project Batch 11 menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Jambi lainnya untuk tidak takut mencoba hal baru. Dari langkah kecil yang berawal dari “sekadar coba-coba”, Anim kini melangkah menuju panggung internasional, membawa nama PG-PAUD Universitas Jambi ke level yang lebih tinggi.

Semoga keberhasilan Anim menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani bermimpi dan mewujudkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *